Pernyataan menarik dilontarkan Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba terkait kebijakan tol laut Presiden Joko Widodo. Menurut Kasuba, pelayanan tol laut di wilayah Malut sangat tidak efektif.
Pasalnya, dari sisi waktu operasional terlalu lama, dimana satu kali operasi membutuhkan waktu hingga 23 hari, sementara kapal kompetitor bisnis hanya butuh tujuh hari atau satu minggu.
"Kehadiran kapal tol laut ini, dengan keinginan menekan tingkat harga di daerah. Tapi, jikalau waktu kedatangannya mencapai 23 hari, maka sama saja. Tidak ada manfaatnya," kata Gubernur ketika ditemui di Kantor DPRD Malut, Jumat (25/8) sebagaimana dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group).
Gubernur mengatakan, tol laut merupakan kebijakan presiden dengan maksud menyamakan harga kebutuhan masyarakat di Pulau Jawa dengan pulau di luar Jawa. Namun kenyataanya, selama ini harga barang tetap menyerupai sebelum adanya kebijakan tol laut.
Dia mengatakan akan memberikan duduk perkara ini ke Menko Kemaritiman biar ada perhatian yang baik. "Memang ini kebijakan presiden dan masalahnya ada di Kementerian Perhubungan. Tapi, bagi aku lebih baik disampaikan ke Menko Kemaritiman, alasannya yaitu semua duduk perkara yang lebih paham dan cepat responnya ada di Menko Maritim karena ia mengatur semua hal," katanya.
Gubernur sangat berharap tol laut mampu berjalan efektif. Karena memiliki pengaruh ekonomi terhadap masyarakat, dimana daya beli mesyarakat akan meningkat seiring dengan turunnya harga barang di pasar.
"Kita tidak mampu pungkiri, satu kebijakan gres pasti akan menuai masalah. Terutama efektif tidaknya penerapan kebijakan itu. Karena itu, perlu ada evaluasi sehingga implikasi di masyarakat mampu dirasakan," tutup Gubernur.[]
Sumber : jawapos.com

0 Response to "Gubernur Ini Berani Bilang Tol Laut Jokowi Tidak Ada Gunanya"
Posting Komentar