Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak lewat kota gres Meikarta, Cikarang, Bekasi. Iklan Grup Lippo wacana proyek kota gres Meikarta yang mengklaim dilewati kereta cepat itu dinilai menyesatkan konsumen alasannya ialah jauh dari kenyataan.
Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno mengingatkan, Grup Lippo semoga tidak mengumbar layanan iklan yang jauh dari kenyataan.
Teguh mengatakan hal itu ketika menanggapi iklan layanan Grup Lippo terkait proyek Meikarta yang memasukan proyek-proyek infrastruktur milik pemerintah kedalam promosi iklannya.
“Sebaiknya Lippo Group tidak menyesatkan konsumen dengan iklannya itu. Karna yang saya tahu kereta cepat itu gak lewat di Meikarta itu. Yang saya tahu tidak ada stasiun kereta cepat di Meikarta itu. itu pinter-pinternya Lippo lah mengklaim itu semua,” tandas Politisi PAN itu di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (30/08).
Terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, lanjut dia, sebaiknya BUMN lah yang mesti diprioritaskan bukan pengembang.
“Tapi ya kita lihat Terminal Oriented Developmentnya (TOD) itu harus bermanfaat buat teman-teman BUMN yang menggarap kereta cepat,” ujar Teguh.
Saat ditanya apakah etis atau tidak proyek pemerintah dipromosikan oleh pihak Lippo Group selaku pengembang proyek Meikarta, Teguh menegaskan tidak etis.
“Kalau prinsip saya kita ingatkan jangan mengelabui konsumen, itu etikanya. Ya harus disampaikan yang sebenarnya. Misalnya di informasikan berapa kilo meter jarak stasiun MRT dari lokasi Meikarta.Tapi ini hanya bilang bersahabat dari lokasi, berapa jaraknya kita belum tahu. Kalau dibilang 5 kilo meter dekat, tapi bila 5 kilo meter macetkan lebih lama. Tapi pointnya saya oke bila jangan menyesatkan, jangan mengelabui konsumen gitu ya. Itu banyak pihak yang teriak pasti,” tuturnya.[]
Sumber : beritaislam24h.info

0 Response to "Klaim Ada Kereta Cepat di Iklan Meikarta Sesatkan Konsumen"
Posting Komentar