Sudah 213 Ribu Orang Dukung Petisi untuk Cabut Nobel Aung San Suu Kyi

Sudah 213 Ribu Orang Dukung Petisi untuk Cabut Nobel Aung San Suu Kyi

Krisis kemanusiaan di Myanmar seakan terus menjadi-jadi. Dalam sepekan terakhir tercatat ada 400 orang etnis Muslim Rohingya tewas.


Tak hanya itu, ada sekitar 38 ribu Muslim Rohingnya mengungsi ke Bangladesh. Hal ini mereka lakukan sebab takut akan agresi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar.

Meski telah banyak negara mengecam kejadian ini, pemerintah Myanmar seakan tutup telinga. Termasuk Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar sekaligus seorang peraih Nobel Perdamaian.

Gema bunyi untuk mencabut gelar yang diberikan kepada Suu Kyi akhir-akhir ini kian keras. Namun, petisi untuk mencabut Nobel ini ternyata telah dimulai tahun lalu di situs Change.org.

Petisi ini dipelopori oleh Emerson Yuntho dan sejumlah pencetus Indonesia lainnya. Petisi mereka bertajuk 'Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi'.

Para pencetus ini mempertanyakan kepantasan Suu Kyi menerima Nobel perdamaian sebab perjuangan anti-kekerasan untuk demokrasi dan HAM. Sebab, tak pernah ada sikap yang ditujukkan Suu Kyi untuk mengakhiri di krisis kemanusian Rohingya.

"Tidak ada sikap resmi dari Suu Kyi terkait pelanggaran HAM yang dialami kelompok minoritas Rohingya," bunyi petisi tersebut.

Kini, petisi untuk wanita berusia 72 tahun tersebut telah didukung 213.128 orang. Masih diharapkan 86.289 orang yang sepakat dengan petisi ini untuk mencapai angka 300 ribu.

Sekadar diketahui, Suu Kyi meraih Nobel perdamaian pada tahun 1991 sebab dianggap memilih 'revolusi tenang dan bijaksana' dalam melawan junta militer Myanmar. Lalu tahun 2012, Suu Kyi meraih Havel Price, sebuah penghargaan hak asasi insan untuk keberaniannya meneriakkan HAM.[]

Sumber : muslimbersatu.net

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sudah 213 Ribu Orang Dukung Petisi untuk Cabut Nobel Aung San Suu Kyi"

Posting Komentar